Tampilkan postingan dengan label rusak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rusak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2013

Pekerjaan rumah bersama


Sumber

Jurnaline.com – Pekerjaan Rumah (PR) Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat masih menumpuk. Pasalnya, masih banyak ditemukan lokasi-lokasi saluran air yang hingga saat ini masih belum terjamah dalan anggaran 2012 ini. Baik pelaksanaan normalisasi saluran hingga perbaikan saluran masih banyak diajukan tingkat RT/RW dan Kelurahan untuk dimasukan kedalam musrenbang mendatang.

Dari pantauan Jurnaline.com di Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat dari 10 RW dan 124 RT sebagian besar jalan maupun saluran tidak berfungsi. Mulai dari jalan rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat, sama halnya dengan saluran air hampir seluruhnya saluran air yang melintasi pemukiman maupun saluran di jalan-jalan utama dipastikan tidak ada yang berfungsi dengan baik.

Tak heran bila dalam Rembug RW 2012 yang dilaksanakan Kelurahan Wijaya Kusuma pekan lalu menghasilkan 197 usulan dari 10 RW. Usulan itu dipenuhi dengan permintaan untuk betonisasi, perbaikan dan perawatan jalan dan juga normalisasi juga pembangunan saluran air.

Lurah Wijaya Kusuma, Amrin Ismail membenarkan sebagian besar warganya mengeluhkan saluran dan jalan yang rusak berat, selain terganggunga mobilisasi warga, genangan dan saluran yang tidak berfungsi. Sehingga sebagian besar warga mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk melakukan normalisasi saluran air dan betonisasi jalan.

“Musyawarah dalam Rembug RW kelurahan kami semuanya akan kami tampung dan akan menjadi acuan kami untuk diusulkan dalam musrenbang tingkat kecamatan dan tingkat kota, mudah-mudahan dapat terealisasi,” kata Amrin Ismail saat ditemui di ruang kerjanya di Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan Jakarta Barat (24/1).

Menurutnya, hingga saat ini seluruh rukun warga yang mengusulkan agar segera dilakukan normalisasi. “Soalnya bila hujan turun jalan jadi tergenang,” katanya.

“Selain terjadi sedimentasi atau endapan lumpur, genangan air di jalan terjadi juga lantaran ada penyempitan. Penyempitan sendiri terjadi karena di wilayah Wijaya Kusuma kerap dilalui Bis dan truk-truk dengan muatan besar,” ujrnya.

H. Tohir (41) pedagang didepan kelurahan Wijaya Kusuma di Jalan Perdana RT 02/04 mengeluhkan tiap kali badai Rob tiba air selalu menggenangi rumahnya. “Air pasti menggenangi rumah saya kalau Rob tiba. Biasanya setinggi 10 sentimeter. Apalagi kalau ditambah hujan air bisa mencapai 20 sentimeter, ” jelasnya.

Di kesempatan lain, Ketua RT
01/01, Jaya (60), mengatakan saluran air di Jalan Perdana mendesak untuk dinormalisasi. Sudah lebih dari lima tahun, lanjutnya, saluran air di wilayahnya tidak berjalan normal. Kondisi ini diperparah dengan adanya sumbatan akibat amblasnya inrit di salah satu ruas saluran air. “Terlalu sering truk lalu lalang dan bis, jadi intritnya amblas,” ungkap Jaya.

Selain itu, banyaknya kegiatan home industry dan bangunan liar di atas saluran air menyulitkan warga untuk membersihkan saluran dari lumpur dan kotoran.

Sementara itu dikesempatan sama, Edy Suhandi, sekretaris Kelurahan Wijaya Kusuma mengungkapkan setidaknya ada 197 usulan yang dihasilkan dari Rembug RW yang akan dijadikan sebagai acuan yang akan diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan.

Dari 10 RW dan 124 RT di Kelurahan Wijaya Kusuma usulan yang dihasilkan dalam Rembug RW diantaranya untuk normalisasi saluran. RW 01 meliputi saluran sekitar 800 Meter di Komplek Grawisa, RW 02 meliputi RT 01-016 saluran sepanjang 800 meter, RW 03 meliputi RT 09, 010 dan 013 jalan Karya Barat sepanjang 800 meter, RW 04 meliputi RT 04 dan 010 masing-masing 300 meter dan gorong-gorong rusak di RT 8 sepanjang 500 meter, RW 05 meliputi jalan Tubagus Angke hingga Pesing di RT 1, 4, 5, 8 sepanjang 5,5 kilometer dengan luas saluran 1,4 meter.

Sementara itu, di RW 6 saluran yang diusulkan dengan volume mencapai 5.000 m2 yang merupakan usulan dari RT 1 hingga 9 yang meliputi jalan swadaya yang tersambung hingga jalan Indraloka, RW 7 diusulkan RT 01-013 Jalan utama sakti sepanjang 728 meter, RW 8 komplek Rasa Sayang sepanjang 1 kilometer dan RT 5 sepanjang 150 meter dengan luas 1,5 meter, RW 9 di 17 RT saluran tidak berfungsi sehingga air selalu meluap ke jalanan, dan di RW 10 jalan amanah yang meliputi RT 01, 08, 09, 010 dan 12 sepanjang 120 meter.

Sebagian besar RW juga mengusulkan betonisasi jalan yang sering dilintasi bis dan kendaraan truk besar dengan tonasi yang melebihi kapasitas jalan sehingga jalanan rusak berat dan berlobang

Selasa, 21 Juni 2011

Ratusan Jalan Rusak di Jakarta Barat

sumber : Jakarta.tribunnews.com

TRIBUNJAKARTA.COM,JAKARTA - Bisa dihitung dengan jari jalan yang mulus di Ibu Kota Jakarta. Jakarta sebagai ibu Kota, ternyata jalannya banyak yang rusak dan berlubang, sungguh ini snagat ironis sekali.

Hujan yang mengguyur jakarta secara terus-menerus belakangan ini menyebabkan kondisi jalan di ibu kota rentan mengalami kerusakan.

Di Jakarta Barat, menurut catatan Sudin Pekerjaan Umum (PU) Jalan setempat, sedikitnya terdapat 511 ruas jalan yang mengalami kerusakan. Ruas jalan yang rusak itu tersebar di delapan kecamatan. Sayangnya, karena keterbatasan anggaran, Sudin PU Jalan Jakarta Barat, tahun ini hanya mampu memperbaiki sekitar 3,12 persen dari total luas jalan yang mengalami kerusakan dengan anggaran sebesar Rp 59 miliar. 

Arsip Blog

Pengikut

Linkedin

Kontributor