Tampilkan postingan dengan label posko banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label posko banjir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Pengobatan Gratis dengan 40 dokter di RW 02

kegiatan yang dilakukan pada hari raya Nyepi ini tepat 12 Maret 2013, jika dibali pasti akan benar-benar sepi tapi ini tidak terjadi di RW 02 Wijaya Kusuma karena pada hari itu berkumpul dari Ikatan Dooter Indonesia dan Pengurus RW 02 beserta perangkat Kelurahan Wijaya Kusuma menyaksikan kegiatan sosial Pengobatan Gratis di Jalan Karya Barat.

Lokasi yang dipilih pernah menjadi saksi POSKO Banjir yang  terjadi awal tahun 2013. masih terasa dalam ingatan banjir yang hampir merendam kelurahan yang memiliki kesamaan nama dengan Wijaya Kusuma menjadi saksi warga RW 02 yang berbondong - bondong untuk mendapatkan pengobatan gratis tersebut. sekilas pandang penulis warga yang hadir antusias untuk memerikasakan kesehatan dan bahkan kesempatan untuk berobat karena selain pemeriksaan juga langsung diberikan obat dari IDI. jika penyakit berat akan di rujuk ke RS terdekat.

Rabu, 04 April 2012

Air adalah anugerah, Banjir ?


BERITAJAKARTA.COM — 03-04-2012 14:14
Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak kemarin sore hingga malam mengakibatkan ribuan rumah di RW 05, Kelurahan Kedoyaselatan, Kecamatan Kebonjeruk, Jakarta Barat, mengalami banjir hingga 80 sentimeter. Kondisi ini, membuat 1.750 kepala keluarga (KK) dengan 8.000 jiwa yang tinggal di wilayah tersebut terpaksa diungsikan ke pos RW, mushala dan kantor kelurahan setempat.

Muslimin (45), warga setempat yang rumahnya banjir setinggi pinggang orang dewasa mengatakan, air diketahui memasuki rumahnya sekitar pukul 06.00. Banjir yang semula hanya setinggi 20 sentimeter, tiba-tiba seperti air bah karena meluapnya Kali Pesanggrahan hingga rumah warga terendam setinggi orang dewasa. Sejumlah warga yang semula tidak mengungsi, akhirnya berhamburan keluar untuk mencari tempat yang aman.

Senin, 14 November 2011

Jakarta Siaga Banjir, 646 Personil disiapkan

BERITAJAKARTA.COM — 11-11-2011 15:24
Untuk mengantisipasi genangan air terutama memasuki musim penghujan di wilayah DKI Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta menyiagakan ratusan personil dan sejumlah alat berat, serta menginstruksikan kepada Sudin PU Tata Air di lima wilayah Jakarta untuk siaga terhadap banjir dan siklus lima tahunan. 

Kepala Dinas PU DKI, Jakarta Ery Basworo mengatakan, untuk mengantisipasi genangan dan banjir siklus lima tahunan di Jakarta, pihaknya telah melakukan partisipasi masyarakat melalui Sudin PU Tata Air di lima wilayah Jakarta bersama pihak kelurahan dan kecamatan dengan melakukan kerja bakti. "Selain menyosialisasikan siaga banjir, kami juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah. Jika sampah itu banyak di darat, maka penanganannya akan mudah. Namun, begitu ada di saluran air atau kali tentu menjadi sulit dibersihkan," ujar Ery, usai apel pelaksanaan siaga banjir dan kesiapan peralatan pengendalian banjir, di halaman kantor UPT Alat Perbekalan Dinas PU DKI Jakarta, Jumat (11/11).

Jumat, 28 Oktober 2011

Banjir DKI Jakarta Musibah atau Kecerobohan ?!

Banjir 2010-depan Indosiar
Bencana banjir yang melanda negara thailand sudah melanda 20 provinsi dan sudah menewaskan 370 orang serta ribuan rumah hancur akibat "kekuatan alam" dan kecerobohan manusia.

pabrikan dengan logo sayap terbang "honda" terendam yang mengakibatkan pasokan sparepart macet ke asia bahkan eropa yang pastinya ini efek domino dari musibah banjir di negara "gajah putih" tersebut. pengalaman penulis ketika singgah di bangkok 2 tahun lalu memang negara yang dipimpin oleh perdana mentri tersebut yang juga pernah terjadi kudeta " kaos merah" terlihat dan memang sekilas pandang pembangunan terjadi dimana-mana, hutan kota ( bangunan-bangunan pencakar langit ) serta skytrain,subway menyambung semua simpul kota - kota di thailand. pemandangan yang sangat menarik ditambah transportasi yang murah ke segala penjuru sudut kota namun ada yang dilupakan oleh pemerintah kota yakni "DAS" atau daerah serapan air yang semakin berukrang akibat pembangunan yang megah tersebut. sepertinya masalah ini sangat mirip dengan yang terjadi di tanah air.

Arsip Blog

Pengikut

Linkedin

Kontributor