Tampilkan postingan dengan label sampah plastik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sampah plastik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2012

Study Tour ke RW terbaik Jakarta

Jakarta (ANTARA News) - Kelurahan Malaka Sari, Jakarta Timur menjadi percontohan pengelolaan Bank Sampah karena dianggap sudah berhasil mengolah sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

"Sejumlah daerah sudah pernah datang dan mempelajari Bank Sampah disini," kata Ketua Paguyuban Jakarta Aksi Lingkungan Indah (Jali Jali), Prakoso, di Jakarta, Selasa.

Jali Jali adalah paguyuban yang mengelola Bank Sampah di Kelurahan Malaka Sari, Jakarta Timur. Paguyuban tersebut telah meraih tiga kali juara umum berturut-turut dalam program Jakarta Green and Clean 2009-2011.

Prakoso mengatakan, sejumlah daerah yang sudah belajar ke Malaka Sari di antaranya Samarinda, Bali, Tarakan, Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat dan Prabumulih.

Senin, 11 Juli 2011

Sampah !! Peluang Bisnis atau Musibah

sampah saat ini memang menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah indonesia yang masih jadi "bunga tidur" para pemegang kebijakan di kementrian KLH hingga ke level kelurahan bahkan RT.


jika kita mau melihat sekali lagi masalah yang timbul "sampah" bisa memiliki 2 arti, yakni menjadi musuh yang harus kita perangi / bersihkan atau menjadi peluang bisnis untuk masyarakat.


hari ini penulis ingin sekali membagikan sedikit pengalaman dari hasil perjalanan sewaktu masih aktif di LSM Lingkungan. sebelum bercerita ada baiknya kita saksikan cerita sukses dari seorang yang sederhana namun menjadi terkenal bahkan menjadi dan memberikan nafkah untuk orang banyak gara - gara bermain dengan sampah. ( yang akan kita bahas adalah sampah plastik ).



Dalam bukunya "An Inconvenient Truth", mantan Wakil Presiden AS, Al Gore, mengatakan, diperkirakan 500 milyar sampai 1 trilyun kantung plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahun. Di AS saja, diperkirakan 12 juta barel minyak bumi dibutuhkan untuk memproduksi 100 milyar kantung plastik setiap tahun. Padahal, butuh waktu 1000 tahun untuk membuat sampah kantung plastik hancur dan terurai.."
berikut cerita sukses ibu kasmi dengan teamnya "Happy Trash Bag"
sumber : disini gambar dari : ibu ester
 IBU KASMI memang makhluk yang amat langka. Betapa tidak? Limbah sampah dari bekas bungkus kemasan kopi bubuk, bekas pasta gigi (odol) dan bekas tas plastik (tas kresek) bisa dia ’sulap’ menjadi produk kerajinan tas berkualitas ekspor!
Dari limbah bekas bungkusan itu, wanita sederhana yang tinggal di kawasan Pisangan Barat Ciputat itu bisa menembus pasar ekspor hingga Amerika, Dubai (Uni Emirat Arab), Australia dan Singapura. Nilai ekspornya pun nggak main-main.

Arsip Blog

Pengikut

Linkedin

Kontributor