Tampilkan postingan dengan label jakarta barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta barat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Dewan Kota DKI Jakarta, Kelurahan Wijaya Kusuma

Pengantar ; dengan sistem otonomi di tingkat propinsi, DKI Jakarta tidak memiliki DPRD tingkat II, namun ada institusi Dewan Kota, yang anggotanya satu orang mewakili satu Kecamatan. Penulis membuat tulisan ini, pada saat penyampaian visi dan misi sebagai calon anggota Dewan Kota, Oktober 2003 lalu. Saat ini, tengah diproses pergantian anggota Dewan Kota yang memiliki masa jabatan 5 tahun, banyak hal belum dituntaskan, dan perlu diselesaikan terutama menyangkut sistem kerja yang mengatur kewenangan Dewan Kota ini, ditulis dalam 2 bagian ; 1. tulisan ini yang menjadi pemikiran awal (saat penyampaian visi dan misi ), 2. tulisan diakhir jabatan dan menjadi catatan untuk diperbaiki pada masa selanjutnya. Semoga bermanfaat
Jakarta sebagai sebuah kota perdagangan telah dimulai sejak Sunda Kelapa menjadi Pelabuhan Kerajaan Pajajaran yang kemudian menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527, setelah direbut Raden Fatahillah[i]. Cikal bakal wilayah ini sebagai salah satu pusat perdagangan penting di Pulau Jawa terus berkembang melewati beberapa pemerintahan Kolonial Belanda, Jepang, masa awal kemerdekaan hingga saat ini sebagai Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Sebagai wilayah terbuka sejak beberapa abad lalu, Jakarta hidup dan berkembang dalam suasana multikultur dengan sektor perdagangan sebagai pekerjaan utama kebanyakan masyarakatnya. Kendati dalam perkembangan selanjutnya, Jakarta sempat diisi oleh berbagai kawasan/daerah industri (pengolahan/perakitan, dsj ), namun saat ini perkembangan yang ada telah menjadikan Jakarta kembali sebagai sebuah kota yang mengarah pada Kota Jasa.
Sebuah Kota Jasa pada dasarnya merupakan sebuah wilayah yang menjadi pusat pelayanan berbagai kebutuhan masyarakat yang berbasis perdagangan, industri keuangan dan pariwisata dengan segala infra strukturnya. Karenanya, Jakarta masa depan, merupakan sebuah Kota yang sangat mengandalkan kemampuan infra struktur yang baik, pemerintahan yang bersih dan tingkat ketertiban yang tinggi dengan kondisi sosial masyarakat yang kondusif sebagai sebuah Kota Jasa yang mengandalkan pendapatan daerahnya pada berbagai retribusi & pajak yang dipungut dari ragam aktifitas yang ada didalamnya. Kesemua itu, tentu saja harus diarahkan bagi tingkat kompetisi dalam skala global dan dengan tetap memperhitungkan Jakarta sebagai Ibukota Negara yang relatif lebih rentan terhadap dinamika masyarakat pada tingkat nasional.

Tantangan menuju sebuah Kota Jasa saat ini tentunya meliputi banyak hal, dalam pengadaan infra struktur misalnya, didalamnya akan mencakup mulai dari pembenahan tata letak sebuah kota hingga ketersediaan sarana komunikasi dan energi yang dibutuhkan oleh berbagai institusi perdagangan dan jasa. Hal ini masih harus dibarengi dengan pembenahan pembenahan lain di sektor penegakan hukum, pembinaan masyarakat multi kultur hingga penataan pelayanan publik dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. Deretan tantangan lain yang bersifat linier seperti kesejahteraan masyarakat, pengelolaan perekonomian daerah hingga optimalisasi fungsi aparat menjadikan perencanaan komprehensif sesuatu yang mutlak dan pemilihan prioritas akibat keterbatasan yang dimiliki harus dilaksanakan secara bijak.
Selain itu, terdapat persoalan yang tidak sepenuhnya dapat diatur oleh Jakarta sendiri karena kondisi yang dimilikinya. Hal ini menyangkut persoalan kordinasi dengan pemerintah pusat dan wilayah pendukung (botabek). Sebagai sebuah Ibukota Negara, dalam banyak hal DKI Jakarta tidak berwenang untuk langsung mengatur teritorial tertentu yang berada di wilayahnya, dimana hal ini tentu saja menjadi kendala tersendiri dalam perencanaan Jakarta sebagai sebuah kota. Jakarta juga memiliki ketergantungan tertentu dengan wilayah pendukungnya ( botabek ) karena keterbatasan lahan yang dimilikinya, mengakibatkan perencanaan Jakarta sebagai sebuah kota, dalam beberapa hal, harus menyesuaikan diri dengan perencanaan kota lain ( botabek ).
Salah satu hal strategis untuk menghadapi tantangan tantangan pengembangan Jakarta saat ini adalah memberikan ruang publik yang lebih luas dalam setiap proses pembangunannya yang diharapkan berdampak pada peningkatan partisipasi langsung setiap komponen masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan Jakarta. Pembukaan ruang publik yang luas bagi terjadinya interaksi sosial beragam komponen masyarakat diharapkan dapat menumbuhkembangkan wacana masyarakat sekaligus mensistematisir aspirasi yang berkembang agar lebih cepat terakomodasi dalam proses pengembangan Jakarta yang pada gilirannya akan mengoptimalkan hasil pembangunan Jakarta yang akomodatif terhadap masyarakat penghuninya.
Pembentukan Dewan Kota, pada dasarnya difahami sebagai salah satu alat untuk pembukaan ruang publik yang lebih luas sebagaimana dimaksud diatas, yang karenanya paling tidak terdapat 3 peran penting yang harus dilakukan oleh institusi ini ;
1. Advokasi
2. Katalisasi
3. Sosialisasi
Peran advokasi merupakan upaya untuk mendampingi setiap komponen masyarakat dalam memperoleh hak yang dimilikinya yang dianggap belum didapatkannya. Advokasi merupakan proses sejak munculnya sebuah masalah tertentu dalam masyarakat hingga tercapainya kesefahaman karena berbagai sebab yang memunculkan masalah tersebut. Katalisasi merupakan rangkaian upaya untuk melakukan koordinasi dan segala komunikasi yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa setiap tahapan pembangunan yang dilakukan telah sesuai dengan arah yang diinginkan, sedangkan sosialisasi merupakan proses penyebarluasan informasi tertentu kepada masyarakat tentang regulasi dan beragam perkembangan guna mengeliminir kesalahan dalam setiap gerak langkah pembangunan akibat ketidakfahaman akan aturan dan perkembangan yang ada serta merupakan salah satu proses pemberdayaan masyarakat umumnya. Secara praktis, peran dasar ini kemudian mewujud dalam proses pengawasan dan konsultasi antara pemerintah sebagai pelaksana pembangunan dengan institusi ini[ii], ataupun dalam berbagai forum dengan institusi lain yang dimungkinkan dalam menyelesaikan masalah masalah kemasyarakatan, seperti DPRD I dan Dewan Kelurahan maupun forum forum yang melibatkan masyarakat secara langsung di dalamnya.
Jakarta Barat, satu dari enam Kotamadya/Kabupaten yang ada di DKI Jakarta, memiliki penduduk 1.904.191 jiwa yang bermukim di 56 Kelurahan yang terbagi pada 8 Kecamatan. Kepadatan penduduk 15.127 jiwa/km2, dengan Kecamatan Tambora ( 43.665 jiwa/km2 ) sebagai wilayah terpadat dan Kecamatan Kembangan ( 8.289 jiwa/km2 ) sebagai wilayah dengan kepadatan terendah [iii]. Masyarakat Jakarta Barat, juga terdiri atas ragam etnik berbeda dimana empat suku bangsa merupakan jumlah terbesar, yaitu ; Betawi & Jawa (29% ), Sunda ( 16% ) dan Cina Keturunan ( 13% ), selebihnya terdapat Suku Minang, Batak, Madura, Melayu, dll. Mayoritas penduduk hidup sebagai karyawan/buruh ( 76 % ) dan wiraswasta ( 18% ) yang berpendidikan terakhir SLTA ( 35 % ), SD ( 26% ) dan SLTP ( 23% ) [iv].
Dengan konfigurasi sedemikian, maka dibutuhkan suatu upaya intensif, untuk memperbesar persamaan dalam perbedaan dan memperkecil perbedaan dalam persamaan, untuk meningkatkan optimalisasi peran masyarakat dalam setiap proses pembangunan dan pelaksanaan peran Dewan Kota Jakarta Barat. Dan dengan mayoritas penduduk bertaraf pendidikan tingkat menengah ke bawah menjadikan peran sosialisasi, khususnya, menjadi sangat penting dilakukan dalam format format sederhana namun efektif dalam frekwensi yang ketat.
Selain itu, peran katalisasi yang dapat mewujud dalam setiap kordinasi Dewan Kota, tidak akan hanya terbatas pada kordinasi dengan jajaran Pemerintah Kotamadya Jakarta Barat, namun harus dilakukan juga dengan Dewan Kelurahan untuk mempertajam analisis permasalahan maupun untuk kepentingan eksplorasi pemecahan alternatif, serta DPRD Dati I DKI Jakarta untuk maksud yang sama. Khusus untuk kordinasi dengan DPRD I DKI Jakarta, selain besifat kordinatif sebagaimana dimaksud, juga untuk menuntaskan permasalahan kemasyarakatan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat Dewan Kota karena keterbatasan wewenangnya.
Jakarta, Maret 2003
Abdul Aziz, SE .

untuk wilayah kelurahan wijaya kusuma akan diwakili oleh bapak suharyanto dari RW 03 yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Jasa Keuangan Wijaya Kusuma. selamat dan sukses untuk melanjutkan proses berikutnya.

keberadaan dewan kota di negara maju menjadi sangat penting sebagai garda terdepan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah khususnya dengan keterwakilan orang sipil. di negara maju seperti amerika dan inggris walikota dalam pelaksanaan pembangungan harus meminta atau konsultasi dengan dewan kota dari masing - masing daerah yang diwakilinya. seperti pengajuan dewan kota washington untuk kampanye "Ganja untuk Medis" dan hasilnya dilegalkan untuk penggunaan medis.

dewan kota diharapkan menjadi penangkap aspirator masyarakat untuk menjadikan daerah lebih maju dari ekonomi, sosial, budaya dan hankam. masih banyak anggapan dewan kota hanya kepanjangan tangan dari walikota atau DPRD DKI artinya tidak bisa berbuat banyak dan melakukan apa-apa karena semua hanya akan jalan atas izin DPRD DKI Jakarta. 

kami warga RW 06 siap membantu khususnya penulis untuk dapat mensosialisasikan program dewan kota melalui sosial media dan Jurnalis Warga.

Jumat, 17 Mei 2013

Selamat datang bapak Fatahilah, Walikota Jakarta Barat


BERITAJAKARTA.COM — 17-05-2013 13:45
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, hari ini resmi melantik Walikota Jakarta Barat, Fatahillah, di Rumah Susun Angke, Tambora. Kepada Fatahillah, Jokowi menitikberatkan tiga program yang harus jadi perhatian yaitu, revitalisasi Kota Tua, perbaikan jalan kampung dan kebersihan lingkungan serta mendukung program pemerintah yang akan membangun program rumah susun massal.


"Revitalisasi Kota Tua akan kita mulai. Saya minta walikota baru nantinya aktif mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan pemilik bangunan. Sebab, revitalisasi Kota Tua akan memakan waktu yang lama," ujar Joko Widodo, Jumat (17/5).
 
Untuk perbaikan jalan, Jokowi memfokuskan perbaikan jalan kampung di wilayah Jakarta Barat. Sebab, berdasarkan penilaiannya, jalan-jalan kampung di Jakarta Barat banyak yang rusak dan tidak layak. Sedangkan untuk masalah kebersihan ia juga meminta agar walikota segera memerintahkan instansi terkait untuk membersihkan lingkungan dari sampah.

"Saya lihat di Jakarta Barat ini wilayah yang paling parah produksi sampahnya. Selokan, kali dan saluran penghubung mampet akibat banyak sampah. Saya minta walikota juga dapat menggerakkan masyarakat untuk selalu aktif kerja bakti. Sebab, saat banjir kemarin wilayah Jakarta Barat yang paling parah," tegas Jokowi..


Jokowi menambahkan, Pemprov DKI saat ini akan menagih utang terhadap developer atau pengembang untuk membangun 680 rumah susun di Jakarta senilai Rp 13 triliun. Dan Jakarta Barat merupakan salah satu prioritas mengingat jumlah penduduknya yang sangat banyak. "Utang depelover tersebut akan kami tagih. Dan kita akan buat rumah susun untuk warga,"  jelasnya. 

Jokowi juga meminta WaliKota Jakarta Barat yang baru bisa memimpin kotanya dengan baik. Sebab, sebelumnya Fatahillah juga pernah menjadi Sekretaris Kota Jakarta Barat pada 2009-2010. Pengalaman itu dinilai cukup untuk memimpin Jakarta Barat. "Kita pilih dia karena sudah berpengalaman di Jakarta Barat," tandasnya.
 

Rabu, 12 Desember 2012

Daftar SKPD / UKPD Jakarta Barat



Written by Administrator
  
Monday, 09 April 2012 04:41
Daftar SKPD/UKPD Kota Administrasi Jakarta Barat
NO.NAMA SKPDNAMA KEPALA SKPDALAMAT SKPDTELP SKPD
SUKU DINAS
1Suku Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Ahmad Fauzi, MMJl. Meruya Utara No.5 Kembangan Jakarta Barat(021)58902657
2Suku Dinas Pemadam Kebakaran & Penanggulangan Bencana Kota Adm. Jakarta BaratAbdul KarimJl. Tanjung Duren Raya No.1 Jakarta(021)5682284
3Suku Dinas Komunikasi, Informatika & Kehumasan Kota Adm. Jakarta BaratDra. Wiwik Wijayanti, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok A Lt.9(021)5821756
4Suku Dinas Pelayanan Pajak I Kota Adm. Jakarta BaratDrs. H. Supendi Daud, M.Si--
5Suku Dinas Pelayanan Pajak II Kota Adm. Jakarta BaratH. Nachrawi Thaher, SE, M.Si--
6Suku Dinas Perhubungan Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Suyoto-(021)5459548
7Suku Dinas Perindustrian dan Energi Kota Adm. Jakarta BaratIr. R. Permana, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.5
-
8Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Adm. Jakarta BaratBayu Sari HastutiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.9(021)5835399
9Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Adm. Jakarta Baratdrh. E. KusdianaJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.6(021)5835624
10Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Adm. Jakarta BaratDra. Chrisnawati S, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.6-
11Suku Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Mohammad Adiah, MMJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.5(021)58356232
12Suku Dinas Pariwisata Kota Adm. Jakarta BaratArie Fatah Arsyad, SE, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.7(021)5817592
13Suku Dinas Kebudayaan Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Taufik Ahmad, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.7(021)58356245
14Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Kota Administrasi Jakarta BaratIr. Yusmanda Faizal, MScJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.9-
15Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Adm. Jakarta BaratDr. R. Heryanto, SH, MMJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.8
-
16Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Kota Adm. Jakarta BaratIr. Agustino D, MMJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.4(021)58356230
17Suku Dinas Tata Ruang dan LH Kota Adm. Jakarta BaratDrs. SardjonoJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.10(021)5821759
18Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kota Adm. Jakarta BaratIr. Marbin HutajuluJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.2(021)5821757
19Suku Dinas Perizinan Bangunan Kota Adm. Jakarta BaratIr. Bambang A. Setiadi-(021)5802016
20Suku Dinas Pertamanan Kota Adm. Jakarta BaratIr. Jansen SaragiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.8(021)5672473
21Suku Dinas Pemakaman Kota Adm. Jakarta BaratHeru Darojat, S.Sos, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.9(021)58356241
22Suku Dinas Kebersihan Kota Adm. Jakarta BaratIr. Wahyu Pudjiastuti, M.SiJl. Perdana No.2 Kel. Wijaya Kusuma Jakarta Barat(021)5663524
23Suku Dinas Sosial Kota Adm. Jakarta BaratDra. Ika Yuli RahayuJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.4(021)58356229
24Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Adm. Jakarta BaratDra. Hj. Delly IndrayatiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.11-
25Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Adm. Jakarta BaratDrs. H. Slamet Widodo, M.PdJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.11-
26Suku Dinas Kesehatan Kota Adm. Jakarta Baratdr. AA. SG Mas ParwathiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.3
-
27
Suku Dinas Olahraga dan Pemuda Kota Adm. Jakarta Barat
Drs. Dahlan
Jl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.13
(021)5821761
KANTOR
1Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Adm. Jakarta BaratH. Muhammad Hidayat, SHJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.13(021)5821739
2Kantor Kepegawaian Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Sugeng IriyantoJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.13(021)58302384
3Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Adm. Jakarta BaratDrs. HM. Perry Pranoto, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.14(021)5821748
4Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Syamsuri--
5Kantor Keluarga Berencana Kota Adm. Jakarta BaratDrs. BaharudinJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.14(021)5494776
6Kantor Pengelola Lingkungan Hidup Kota Adm. Jakarta BaratDr. SupardiyoJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.10(021)5826069
7Satuan Polisi Pamong Praja Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Kadiman Sitinjak, M.ApJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.12(021)5821735
8Inspektorat Pembantu Kota Adm. Jakarta BaratDrs. YahyonoJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok A Lt.3(021)5821733
9Kantor Perencanaan Pembangunan Kota Adm. Jakarta BaratDra. Windriasanti, M.SiJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok A Lt.3(021)5821731
10Badan Pertanahan Nasional Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Kintot Eko Baskoro, MH--
11Kantor UPPK BPKD Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Arya Nanda--
12Kantor Kementrian Agama Kota Adm. Jakarta BaratDrs. HM. Sholahi, MM, MA--
13Badan Pusat Statistik Kota Adm. Jakarta BaratSuhartono, S.Si, SE, MMJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.7-
14BAZIS Kota Adm. Jakarta BaratJamhuri--
ORGANISASI MASYARAKAT
1GAPENSI Kota Adm. Jakarta BaratIr. Gunung Leo Marpaung--
2KADIN Kota Adm. Jakarta BaratDrs. Effendi Saud-
-
3Palang Merah Indonesia Cabang Kota Adm. Jakarta BaratDrs. H. Firdaus Mansur--
4Paguyuban Tokoh Agama Kota Adm. Jakarta BaratH. Fachrurazy A. H.--
5Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Adm. Jakarta BaratH. Syahrin Lumbantoruan--
6KONI Kota Adm. Jakarta BaratDrs. M. AzizJl. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok A Lt.8-
7Majelis Ulama Indonesia Kota Adm. Jakarta BaratK. H. Alwi Mohammad Zen--
8FKKUB Kota Adm. Jakarta BaratH. Tatang--
9DEKRANASDA Kota Adm. Jakarta BaratNy. Hj. Emma Burhanuddin--

RT Terbaik Pengelola Bank Sampah di Jakarta Barat 2012


Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat menggelar kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tingkat kecamatan 2012, Ahad (9/12) pagi. Acara kali pertama di Kecamatan Cengkareng yang digelar di komplek perumahan Mutiara Taman Palem Kelurahan Cengkareng Timur itu dibuka Wali Kota Jakarta Barat H Burhanuddin.

HBKB di wilayah itu menutup ruas jalan sepanjang 5 kilometer mulai pukul 06.00-10.00 di kawasan perumahan. Acara dimeriahkan panggung hiburan, senam arobik, jalan sehat dan sepeda santai yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat termasuk tokoh masyarakat dan ulama.

Wali Kota H Burhanuddin ketika membuka acara mengatakan lingkungan yang sehat dan bersih agar dibudayakan sampai ke anak cucu kita. ”Ajari anak cucu kita tidak membuang sampah sembarangan,” imbuhnya. Sedang bagi perokok, diminta tidak membuang punting sembarangan. Jika perlu puntung rokok dikantongi setelah itu baru dibuang di tempat semestinya. “Kalau saja warga di Jakarta tidak membuang sampah sembarangan dan dapat  menjaga kebersihan lingkungan, maka tak perlu lagi ada petugas kebersihan sampah di jalanan.”

Rabu, 05 September 2012

Air di Jakarta Barat tidak layak konsumsi


JAKARTA, KOMPAS.com — Mayoritas air bersih di wilayah Jakarta Barat hanya dapat digunakan untuk mandi dan cuci. Tingginya kandungan zat besi membuat air tidak layak diminum.
"Air tanah yang digali di Jakarta Barat tidak bisa digunakan untuk konsumsi, hanya bisa digunakan untuk mandi," ujar Supardiyo, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Barat, kepadaKompas.com, Selasa (4/9/2012).
Supardiyo menambahkan, untuk air layak konsumsi, masyarakat bisa memanfaatkan air PAM yang banyak dijual pedagang air keliling. Air yang dijual tersebut berasal dari PAM sehingga dapat dikonsumsi dan aman bagi kesehatan.
Selain itu, Supardiyo mengatakan, warga dapat mengebor sumur di sekitar rumah tanpa mengajukan surat permohonan izin kepada pemerintah setempat.
Syaratnya, sumur tersebut hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga. Kedalaman sumur tersebut juga tidak boleh melampaui 40 meter.

Rabu, 04 April 2012

Air adalah anugerah, Banjir ?


BERITAJAKARTA.COM — 03-04-2012 14:14
Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak kemarin sore hingga malam mengakibatkan ribuan rumah di RW 05, Kelurahan Kedoyaselatan, Kecamatan Kebonjeruk, Jakarta Barat, mengalami banjir hingga 80 sentimeter. Kondisi ini, membuat 1.750 kepala keluarga (KK) dengan 8.000 jiwa yang tinggal di wilayah tersebut terpaksa diungsikan ke pos RW, mushala dan kantor kelurahan setempat.

Muslimin (45), warga setempat yang rumahnya banjir setinggi pinggang orang dewasa mengatakan, air diketahui memasuki rumahnya sekitar pukul 06.00. Banjir yang semula hanya setinggi 20 sentimeter, tiba-tiba seperti air bah karena meluapnya Kali Pesanggrahan hingga rumah warga terendam setinggi orang dewasa. Sejumlah warga yang semula tidak mengungsi, akhirnya berhamburan keluar untuk mencari tempat yang aman.

Minggu, 13 November 2011

34 Triliun Anggaran DKI Jakarta tahun 2012

BERITAJAKARTA.COM — 12-09-2011 20:19
Program yang dibentuk Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta sejauh ini, cukup membantu proses keberlangsungan pembangunan di ibu kota. Untuk itu, ketahanan keluarga harus dijadikan target program pembenahan PKK demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

"Ini merupakan modal dasar yang digunakan membangun komunitas yang ada dari seluruh kelurahan Jakarta," ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat menghadiri acara Halal Bihalal TP PKK DKI Jakarta, Senin (12/9).

Dikatakan Fauzi, anggaran pembangunan Jakarta untuk tahun 2012 mencapai Rp 34 triliun. Dana itu akan digunakan untuk mensejahterakan warga Jakarta. "Saat ini, kami tengah menyusun restrukturisasi jajaran kecamatan dan kelurahan, agar PKK di sana bisa bekerja efektif dengan dana yang lebih bisa digunakan untuk berbagai program," katanya.

Kamis, 10 November 2011

Delegasi Asean mampir ke Puskesmas Tambora, Ada Apa ?

ibu PKK minta bantuan ambulan

 Puskesmas Tingkat Kecamatan Tambora Jakarta Barat dijadikan sasaran kunjungan rombongan delegasi dari enam kota besar dri 11 anggota International Conference The Asian Netwrok of Major City (ANMC) .”  Yang menarik bagi delegasi untuk mengunjungi Puskesmas Tambora karena meskipun terletak di lingkungan padat penduduk namun   mempunyai layanan yang bagus, komplit termasuk memikiki layanan rawat inap,” kata Hj. Dien Emawati, Kepala Dinas Keseatan DKI Jakarta , disela kegiatan kunjungan rombongan terdiri dari 25 orang delegsi anggota ANMC di Puskesmas Kecamatan Tambora, Kamis (3/11).

Rabu, 09 November 2011

Walikota Jakarta Barat Jadi Petani !!

KALIDERES (Pos Kota) – Walikota Jakarta Barat H Burhanuddin, meminta instansi terkait mendukung petani melalui penyuluhan penerapan teknologi baru, baik cara budidaya maupun pengendalian hama dan penyakit tanaman, hubungan inter dan antar kelompok untuk tukar pengalaman di bidang serupa.
“Kedepan saya berharap akan lahir varitas unggulun dari wilayah ini. Sementara ini baru varitas sayur mayur seperti Selada Betawi Semanan, kualitasnya diakui terbaik dan telah mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian,” kata walikota, ketika, menanam padi di RT 001/04 Kelurahan Semanan Kecamatan Kalideres , Selasa (8/11) pagi.
Untuk menjamin keberhasilan pertanian, Walikota Burhanuddin minta seluruh petani dalam wadah kelompok tani se Jakarta Barat menerapkan pola tanam yang benar dan mengikuti jadwal tanam yang telah ditentukan, sehingga lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,

Arsip Blog

Pengikut

Linkedin

Kontributor