Tampilkan postingan dengan label dki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dki. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2013

Transparansi Anggaran APBD 2013, Barani gak ?

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menempel poster APBD DKI 2013 di kantor RW, kelurahan, dan kecamatan di ibu kota. Hal ini bertujuan agar penggunaan anggaran bisa lebih transparan dan terkontrol.

"Sekarang poster APBD sudah rampung. Posternya seperti ini. Ini keterbukaan, ini transparansi di web udah detail, sekarang posternya di kelurahan, kecamatan, propinsi, ini program-programnya," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sambil menunjukkan posternya kepada wartawan di Balai kota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2013).

Jokowi mengatakan, penempelan poster APBD tersebut merupakan proses keterbukaan dari Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, di poster tersebut juga dicantumkan nomor telepon pengaduan jika warga menemukan pelanggaran di lapangan.

"Ini keterbukaan dan transparansi karena ada program-programnya. Misalnya program unggulannya berapa miliar, ada untuk kelurahan, kecamatan maupun provinsi," jelas Jokowi.

Selain itu, dengan adanya poster ini masyarakat bisa mengetahui program apa saja yang akan dilakukan pada era Jokowi-Ahok ini.

"Ini supaya masyarakat tahu apa yang mau kita lakukan tahun ini, sudah sangat gamblang dan terbuka. Masyarakat bisa ikut kontrol, awasi, juga bisa mengerti mau dibawa kemana daerahnya," jelasnya.

Pantauan detikcom, poster tersebut berukuran 1 x 0,5 meter. Berbagai macam program beserta nilai anggarannya dapat dilihat di poster itu.

semoga langkah pimpinan jakarta ini juga bisa diikuti oleh pemerintahan lokal setempat mulai dari kecamatan, kelurahan, LMK, RW dan RT. 
pertanyaannya berani gak ya ?


Rabu, 19 Desember 2012

UMP DKI 2012 Tinggi, Lulusan SMK nganggur ?

Jakarta - Pasca diputuskannya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dan daerah sekitarnya hingga 44%-70%, pengusaha minimal harus menggaji karyawannya Rp 2 juta per bulan. Bagi pengusaha, upah tersebut hampir setara pekerja gaji lulusan Sarjana Starta I. 

Lantas bagaimana pekerja SMA ke bawah? Diberhentikan alias dipecat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Pudjianto. Kenaikan upah mulai dari terkecil Rp 2,02 per bulan sampai tertinggi di Tanggerang Rp 2,7 juta per bulan akan punya efek berantai.

"Pertama kita pasti akan kurangi pegawai," katanya diketika ditemui di Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Kenapa pengusaha ritel akan melakukan PHK, kata Pudjianto, karena upah tinggi dan efisiensi. Ia memberi contoh, jika dalam satu minimarket, misalnya Alfamart, membutuhkan 8-9 orang pekerja.

Rabu, 12 Desember 2012

PNS Merokok Tunjangan dicabut, setuju ?


BERITAJAKARTA.COM — 11-12-2012 17:26
Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang selama ini memiliki kebiasaan merokok di kantor tampak harus berhati-hati. Sebab, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengancam akan mencabut Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi para PNS yang kedapatan merokok di kantor. Rencananya, kebijakan tersebut segera dimasukkan dalam revisi Pergub No 50 Tahun 2012 tentang Kawasan Dilarang Merokok (KDM).

Ahok, sapaan akrab Basuki T Purnama menyimpulkan, selama ini aturan mengenai larangan merokok di dalam gedung masih mandul. Hal ini lebih disebabkan kurang tegasnya sanksi yang diterapkan. Karena itu, pihaknya segera menyiapkan draf untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut. "Saya sudah meminta tim untuk membuatkan draf-nya. Nanti jika sudah selesai kami serahkan ke Sekda Provinsi DKI supaya bisa disahkan," ujar Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (11/12).

Dikatakan Basuki, ancaman pencabutan TKD itu diusulkan karena selama ini sanksi yang ada rentan digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Sebab, Pergub yang ada saat ini hanya mengancam penurunan pangkat kepada PNS yang kedapatan merokok di tempat-tempat umum. "TKD itu paling kecil Rp 2,9 juta. Kalau ini bisa berjalan, tentu bisa jadi shock therapy," katanya.

Selasa, 11 Desember 2012

85 % APBD untuk Kelurahan dan Kecamatan


BERITAJAKARTA.COM — 11-12-2012 14:32
Upaya pengawasan penggunaan anggaran dilakukan Pemprov DKI dengan memantau realisasi penyerapan anggaran di kelurahan dan kecamatan. Tercatat hingga 3 Desember 2012 penyerapan APBD DKI 2012 untuk program penguatan kelurahan dan kecamatan sudah mencapai 85,44 persen atau Rp 857,2 miliar dengan total anggaran Rp 1 triliun. Setidaknya ada lima kecamatan dan kelurahan yang penyerapan anggarannya paling besar. Diharapkan penyerapan anggaran ini bisa ditingkatkan pada pelaksanaan anggaran tahun depan.

Lima kecamatan yang penyerapan anggarannya terbesar yakni Kecamatan Sawahbesar-Jakarta Pusat mencapai 97,91 persen, Kecamatan Grogolpetamburan-Jakarta Barat hingga 96,57 persen, Kecamatan Pademangan-Jakarta Utara hingga 96,44 persen, Kecamatan Cempakaputih-Jakarta Pusat mencapai 95,56 persen, serta Kecamatan Cakung-Jakarta Timur mencapai 95,37 persen.

Sementara kelurahan yang penyerapannya tertinggi yakni, Kelurahan Lagoa-Jakarta Utara mencapai 99,52 persen, Kelurahan Manggabesar-Jakarta Barat hingga 99,35 persen, Kelurahan Kalisari-Jakarta Timur 99,28 persen, Kelurahan Cengkarengbarat-Jakarta Barat mencapai 99,18 persen, serta Kelurahan Keagungan-Jakarta Barat hingga 99,16 persen.

Ini Anggaran JOKOWI untuk APBD DKI 2013


BERITAJAKARTA.COM — 10-12-2012 13:49
Setelah melalui proses yang cukup panjang, Pemprov DKI Jakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta merampungkan pembahasan mengenai Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Pendapatan Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Selanjutnya, kedua institusi tersebut akan membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta tahun anggaran 2013.  

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui, pembahasan mengenai KUA PPAS telah rampung. Selanjutnya, kata Jokowi, pihaknya akan melanjutkan membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2013. "Sekarang tinggal masuk ke RAPBD. Semoga Jumat nanti sudah bisa memberikan nota penjelasan," ujar Jokowi, di Balaikota, Senin (10/12).

Diungkapkan Jokowi, pihaknya mengajukan APBD tahun 2013 mencapai Rp 46 triliun. Adapun pos anggaran terbesar dialokasikan untuk bidang pendidikan. Sayangnya, ia tidak menyebutkan berapa besar alokasi anggaran untuk bidang pendidikan tersebut. "Kami ajukan kira-kira Rp 46 triliun. Pos terbesar untuk pendidikan," kata Jokowi.

Jokowi pun berjanji akan menunjukkan pos-pos anggaran tersebut kepada masyarakat agar bisa diawasi penggunaannya. Bahkan, besaran alokasi anggaran tersebut akan ditempel di kantor-kantor lurah maupun tingkat RT/RW agar bisa diketahui masyarakat. "Nanti kalau sudah final ditempel. Kalau masih dalam proses seperti saat ini masih bisa berubah-ubah," kata Jokowi.

Jumat, 13 Juli 2012

Jakarta baru untuk Siapa ? Pilkada DKI 2012

sebelumnya penulis ingin memberikan apresiasi kepada seluruh warga jakarta yang ikut partisipasi dalam Pilkada DKI 2012 dengan tertib dan menjaga keamanan tetap kondusif. kalau boleh kita berikan " standing applause " atau tepuk tangan sambil berdiri dimana selalu diberikan jika melihat sesuatu yang luar biasa.

Perhitungan suara di TPS 038 Rt 009/06 Kelurahan
Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat
keadaan ini juga berlaku hampir disetiap TPS dimana penulis melihat terutama di TPS 038 RT 009 RW 06. aktivitas yang dimulai dari pukul 07.00 wib, panitia kpps menggunakan seragam putih hitam guna menjaga netralitas di TPS.

saksi dari partai juga terlihat hadir dari kubu Foke, Hdayat nur wahid dan tidak ketinggalan saksi Jokowi dengan kemeja khasnnya.

penulis bersama istri hadir pada pukul 09.00 wib untuk memberikan suara. suasana TPS bersahaja ditambah suara gendingan khas jawa yang ternyata dipersiapkan oleh panitia. terlihat juga kotak snack yang disediakan oleh panitia. Bilik yang disediakan dimodifikasi dengan modal tambahan menjadi ruang yang layak
untuk memberikan suara, terlihat disini panita sepertinya mengeluarkan modal tambahan sendiri untuk modifikasi bilik suara.


Rabu, 14 Maret 2012

Jangan Asal Pilih Gubernur DKI 2012

VIVAnews – Pertarungan memperebutkan kursi DKI Jakarta 1 semakin dekat. Hawa politik di Ibukota RI itu pun semakin panas, sepanas kota yang pengap terperangkap asap kendaraan. Partai-partai besar mulai memunculkan jago-jagonya.

Tinggal menghitung waktu sebelum mereka mengumumkan calon resmi yang hendak mereka usung menjadi calon gubernur DKI Jakarta periode lima tahun ke depan. Siapa sajakah figur-figur di DKI yang saat ini mengemuka dari kalangan partai politik?


Foke dan Nachrowi

Mari kita mulai dari figur yang digadang-gadang oleh Partai Demokrat. Partai yang dilahirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memiliki dua calon potensial guna dimajukan ke pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Kedua calon itu adalah gubernur incumbent Fauzi Bowo dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli.
SBY secara pribadi merestui Fauzi Bowo alias Foke maju kembali menjadi cagub DKI Jakarta. “SBY mendukung Fauzi Bowo sejak lama,” kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok. Menurutnya, ada dua alasan kuat mengapa SBY menjatuhkan pilihannya kepada gubernur berkumis tebal yang telah lima tahun memimpin DKI Jakarta itu.

Alasan pertama, Foke adalah kader Demokrat. “Dia juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat,” kata Mubarok. Dewan Pembina Partai Demokrat sendiri diketuai oleh SBY. Sementara alasan kedua, hasil survei eksternal maupun internal Demokrat menunjukkan perolehan suara Foke masih relatif lebih tinggi dibanding figur-figur lainnya.

Foke sendiri mengakui sudah mendapat restu dari SBY. “Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menyampaikan bahwa amanah Partai Demokrat untuk maju dalam Pilkada mendatang di Jakarta diberikan kepada saya,” kata Foke di acara Rapat Koordinasi Nasional PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin 5 Maret 2012.

Senin, 12 Maret 2012

GAWAT 668 orang pasien DBD di DKI

Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang gencar dilakukan Pemprov DKI Jakarta terbukti ampuh menurunkan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD). Buktinya, selama periode 1 Januari hingga 20 Februari 2012 tercatat jumlah pasien DBD mencapai 668 orang. Angka tersebut menurun drastis dibanding periode Januari 2011 yang mencatat terdapat 1.093 pasien DBD.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, kondisi cuaca saat ini tergolong mengkhawatirkan. Namun, dengan rutinnya para juru pemantau jentik (Jumantik) melaksanakan PSN alhasil angka kasus DBD pun dapat ditekan. "Cuaca yang hujan kemudian panas ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Ini bahaya, khususnya pada perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD," ujar Dien, Rabu (22/2).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dari jumlah tersebut, pasien terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Selatan dengan 188 pasien. Kemudian disusul Jakarta Barat sebanyak 174 pasien, Jakarta Timur 160 pasien, Jakarta Utara 93 pasien dan Jakarta Pusat 53 pasien. Sedangkan untuk di wilayah Kepulauan Seribu tidak terdapat kasus DBD.

Minggu, 13 November 2011

34 Triliun Anggaran DKI Jakarta tahun 2012

BERITAJAKARTA.COM — 12-09-2011 20:19
Program yang dibentuk Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta sejauh ini, cukup membantu proses keberlangsungan pembangunan di ibu kota. Untuk itu, ketahanan keluarga harus dijadikan target program pembenahan PKK demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

"Ini merupakan modal dasar yang digunakan membangun komunitas yang ada dari seluruh kelurahan Jakarta," ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat menghadiri acara Halal Bihalal TP PKK DKI Jakarta, Senin (12/9).

Dikatakan Fauzi, anggaran pembangunan Jakarta untuk tahun 2012 mencapai Rp 34 triliun. Dana itu akan digunakan untuk mensejahterakan warga Jakarta. "Saat ini, kami tengah menyusun restrukturisasi jajaran kecamatan dan kelurahan, agar PKK di sana bisa bekerja efektif dengan dana yang lebih bisa digunakan untuk berbagai program," katanya.

Sabtu, 12 November 2011

Seleksi Dewan Transportasi Kota DKI Jakarta

PANITIA SELEKSI CALON ANGGOTA DEWAN TRANSPORTASI KOTA


PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

PENGUMUMAN

No : 003/A/PDTK/X/2011

Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kereta Api, Sungai dan Danau serta Penyeberangan di Provinsi DKI Jakarta mengamanatkan dibentuknya Dewan Transportasi Kota. Visi dari Dewan ini adalah menjadi lembaga yang independen dan terpercaya dalam hal pengembangan kebijakan system transportasi yang berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta, sedangkan misinya adalah mewujudkan peran serta masyarakat demi terbangunnya transparansi dalam upaya pengembangan kebijakan sistem transportasi yang berkelanjutan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Panitia Seleksi membuka kesempatan kepada anggota masyarakat yang berasal dari unsur :
  1. Perguruan Tinggi
  2. Pakar Transportasi Perkotaan
  3. Pengusaha Angkutan
  4. Masyarakat Pengguna Jasa Transportasi
  5. LSM yang peduli terhadap masalah Transportasi Perkotaan Jakarta
  6. Awak Angkutan
Untuk menjadi anggota Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Memiliki visi dan pemahaman tentang penyelenggaraan transportasi
  2. Bersedia bekerja sama secara profesional
  3. Menguasai masalah transportasi sesuai bidangnya
  4. Memiliki kriteria sesuai dengan unsur keanggotaan
  5. Perorangan atau yang diusulkan oleh organisasi yang memiliki perhatian pada masalah transportasi di kota Jakarta
  6. Memiliki kepedulian terhadap kebijakan untuk peningkatan pelayanan transportasi perkotaan
  7. Tidak terlibat tindak pidana dan penyalahgunaan narkoba
  8. Sehat jasmani dan rohani
  9. Domisili lembaga/perorangan di Jakarta

Jumat, 28 Oktober 2011

Banjir DKI Jakarta Musibah atau Kecerobohan ?!

Banjir 2010-depan Indosiar
Bencana banjir yang melanda negara thailand sudah melanda 20 provinsi dan sudah menewaskan 370 orang serta ribuan rumah hancur akibat "kekuatan alam" dan kecerobohan manusia.

pabrikan dengan logo sayap terbang "honda" terendam yang mengakibatkan pasokan sparepart macet ke asia bahkan eropa yang pastinya ini efek domino dari musibah banjir di negara "gajah putih" tersebut. pengalaman penulis ketika singgah di bangkok 2 tahun lalu memang negara yang dipimpin oleh perdana mentri tersebut yang juga pernah terjadi kudeta " kaos merah" terlihat dan memang sekilas pandang pembangunan terjadi dimana-mana, hutan kota ( bangunan-bangunan pencakar langit ) serta skytrain,subway menyambung semua simpul kota - kota di thailand. pemandangan yang sangat menarik ditambah transportasi yang murah ke segala penjuru sudut kota namun ada yang dilupakan oleh pemerintah kota yakni "DAS" atau daerah serapan air yang semakin berukrang akibat pembangunan yang megah tersebut. sepertinya masalah ini sangat mirip dengan yang terjadi di tanah air.

Arsip Blog

Pengikut

Linkedin

Kontributor